Tahukah
Anda bahwa 6%-10% wanita di dunia ini mengalami endometriosis?
Terdapat setidaknya 35%-50% wanita di dunia yang mengalami nyeri pelvis
ternyata menderita endometriosis dan sekitar 38% wanita di dunia yang
mengalami infertilitas ternyata mengalami endometriosis.
Endometriosis
adalah gangguan pada sistem reproduksi wanita yang ditandai dengan
pertumbuhan jaringan endometrial di luar rahim. Jaringan tersebut
merupakan jaringan penyusun rahim dan seharusnya terletak di dalam
rahim. Selain menimbulkan nyeri yang parah, endometriosis dapat
menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Rasa nyeri tersebut dapat
muncul karena terjadinya penekanan serabut syaraf oleh jaringan
endometrial, serta inflamasi (peradangan) di sekitar lesi endometrial
karena pelepasan prostaglandin. Prostaglandin merupakan mediator
inflamasi yang dapat menyebabkan rasa nyeri. Pada endometrosis yang
parah, infertilitas bisa terjadi akibat perubahan struktur dari pelvis
(panggul) sebagai akibat adanya inflamasi serta luka di sekitar
jaringan endometrial.
Lantas apa penyebab endometriosis? Terdapat beberapa teori tentang proses terjadinya endometriosis, salah satunya teori retrograde menstruation. Teori retrograde menstruation
mengatakan bahwa darah haid dapat berbalik ke rahim, membawa serta sel
endometrium masuk ke dalam rongga peritoneum melalui tuba falopi atau
saluran telur dan selanjutnya berkembang menjadi endometriosis. Gejala
endometriosis antara lain dismenorea (nyeri yang berlebihan saat
menstruasi), sakit saat berhubungan badan, sakit saat buang ait kecil,
sakit saat buang air besar, serta nyeri pada perut atau pinggang. Namun,
banyak juga wanita yang menderita endometriosis tanpa menunjukkan
gejala. Oleh karena itu untuk memastikannya diperlukan USG (Ultrasonography) dan dengan laparoskopi untuk melihat lebih jelas dimana letak endometriosis dan melihat keparahannya.
Endometriosis
dapat diatasi dengan operasi laparoskopi untuk menghilangkan jaringan
endometrial yang tumbuh tidak normal pada penderita. Teknik operasi
laparoskopi bisa mempertahankan endometriosis tidak kambuh dalam jangka
waktu yang lama. Terapi dengan obat-obatan golongan kontrasepsi oral
juga bisa dilakukan yaitu dengan kombinasi estrogen dan progestin.
Kombinasi estrogen dan progestin merupakan pilihan pertama untuk
mengatasi nyeri pada pelvis karena endometriosis. Progestin tunggal,
tanpa estrogen juga bisa digunakan untuk terapi, misalnya Noretindron
asetat, Dienoges, Danazol dan obat-obatan agonis GnRH.
Penyebab
dari endometriosis memang belum diketahui, namun kita harus tetap
menjaga kesehatan organ reproduksi dengan menjaga kebersihan organ
kelamin serta mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Sebaiknya jangan
langsung menyimpulkan sendiri jika mengalami gejala yang mirip dengan
endometriosis karena untuk memastikan endometriosis perlu pemeriksaan
khusus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar