Beberapa senyawa diketahui bisa menyebabkan kanker (karsinogenik). Dan
kini ada 8 senyawa baru yang dimasukkan ke dalam kategori karsinogenik
yang patut diwaspadai.
Departemen Kesehatan dan Pelayanan AS
melaporkan 8 senyawa karsinogen baru yaitu formaldehid, asam
aristolochic, 0-nitrotoluen, captafol, cobalt-tungsten carbide (baik
dalam bentuk bubuk atau logam keras), riddelliine, serat gelas tertentu
dan stirena. Sehingga saat ini ada sekitar 240 daftar senyawa
karsinogen yang terdaftar.
"Mengurangi paparan agen penyebab
kanker adalah sesuatu yang diinginkan semua orang, dan laporan ini
memberikan informasi penting mengenai zat yang bisa menimbulkan risiko
kanker," ujar linda Birnbaum, PhD, direktur NIEHS (National Institute
of Environmental Health Sciences) dan NTP (National Toxicology
Program).
Delapan senyawa yang digolongkan karsinogen tersebut adalah:
1. Aristolochic acid
Orang
dengan penyakit ginjal yang mengonsumsi produk nabati dengan
aristolochic acid ditemukan memiliki risiko lebih tinggi terkena aknker
kandung kemih dan saluran kemih atas. Asam ini ditemukan pada beberapa
produk herbal seperti untuk obat peradangan, asam urat dan arthritis.
2. Formaldehid
Saat
ini ada bukti kuat dari studi pada manusia yang menunjukkan orang
dengan paparan tinggi formaldehid memiliki risiko lebih besar terkena
kanker nasofaring, sinonasal dan leukemia myeloid. Senyawa ini tidak
berwarna, mudah terbakar dan dipergunakan dalam produksi serat sintetis,
tekstil, coating product, pengawet, produk untuk meluruskan rambut.
3. Captafol
Senyawa
ini digunakan dalam fungisida untuk melindungi buah, sayuran, tanaman
hias dan rumput dari jamur. Di AS sudah melarang penggunaan senyawa ini
sejak tahun 1999, dan percobaan pada hewan tikus menunjukkan paparan
senyawa ini bisa menyebabkan tumor.
4. Cobalt-tungsten carbide
Senyawa
ini digunakan untuk memotong atau menggiling alat dan beberapa produk
dalam industri. Logam keras ini sering disebut sebagai disemen
(cemented).
5. Serat wol kaca
Beberapa wol
kaca dan serat buatan telah teridentifikasi bisa masuk ke saluran
pernapasan, sangat bertahan lama dan tinggal di paru-paru dalam waktu
yang lama (biopersisten).
6. O-nitrotoluen
Studi
laboratorium pada tikus menunjukkan pembentukan tumor akibat zat ini.
Zat ini digunaakn sebagai pewarna untuk kertas, kulit, sutra, wol dan
kapas serta untuk bahankimia pertanian, pestisida, petrokimia, bahan
kimia karet, bahan peldak dan obat-obatan. Zat ini juga bisa ditemukan
dalam air dekat fasilitas amunisi dan fasilitas pelatihan militer.
7. Riddelliine
Zat
ini ditemukan pada tanaman genus Senecio yang banyak tumbuh di daerah
berpasir di AS, studi laboratorium menemukan risiko lebih tinggi
mengalami kanker hati dan leukemia pada tikus dan kanker paru pada
mencit. Paparan pada manusia bisa terjadi jika mengonsumsi teh, madu,
obat herbal atau makanan dari hewan yang diberi tanaman terkontaminasi.
8. Stirena
Bahan
kimia sintetik ini digunakan secara global dalam pembuatan plastik,
isolasi, iberglass, pipa, wadah makanan, alas karpet dan bagian mobil.
Paparan manusia bisa terjadi dengan menghirup stirena dari asap rokok,
bahan bangunan dan produk lainnya. Pada studi terbatas menunjukkan
risiko lebih tinggi terkena kanker lymphohematopoietic dan kerusakan
genetik dalam limfosit.
Senyawa yang termasuk dalam daftar
karsinogen tidak dengan sendirinya bisa menyebabkan kanker, tapi ada
banyak faktor yang menyebabkan kanker termasuk berapa lama ia terpapar
dan kerentanan seseorang terhadap suatu zat tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar