- Membuat Anda merasa nyaman.
- Bersedia memberikan jawaban atas pertanyaan Anda secara tuntas. Dia menghargai semua pertanyaan Anda, baik yang ringan maupun yang berat.
- Tidak membuat Anda merasa terburu-buru saat berkonsultasi dengannya.
- Tidak membuat Anda menunggunya lebih dari 30 menit setelah membuat janji dengan Anda, kecuali dia harus mengatasi kondisi gawat darurat.
- Memberi nasihat tanpa ada kesan menghakimi atau memerintah.
- Selalu memberi penjelasan atas semua tindakan yang akan dia lakukan.
- Mengingatkan Anda sebelumnya bila ada prosedur atau tindakan yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.
- Menjelaskan risiko dan manfaat dari setiap tes atau prosedur sampai Anda memahaminya.
- Memahami kondisi kesehatan Anda, termasuk yang terkait etnis dan riwayat kesehatan keluarga.
- Menghormati kepercayaan atau agama yang Anda anut.
- Merekomendasikan atau menyarankan Anda untuk pergi ke ahli lain bila kondisi Anda memerlukan penanganan yang di luar kemampuannya.
- Berpraktek di suatu rumah sakit atau tempat bersalin lain yang membuat Anda merasa nyaman, termasuk jaraknya dari tempat tinggal Anda dan tawaran pilihan pereda nyeri serta fasilitas lain yang sesuai harapan Anda. (me)
Dunia Kesehatan
Minggu, 12 Mei 2013
Saat memilih dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan (Obstetrics & Gynecology),
kenyamanan selalu menjadi prioritas. Namun, kenyamanan itu juga harus
dibarengi dengan kredibilitas yang baik demi kesehatan dan keselamatan
bunda dan bayinya. Bila kurang jeli, kenyamanan dan kesehatan Anda
serta janin bisa terganggu.
Sekalipun penyebab penyakit tuberkulosis (TB) pada anak dan dewasa sama, yaitu bakteri Mycobacterium tuberculosis,
namun ternyata gejala dan mekanisme TB berbeda pada keduanya. Karena
itulah dibutuhkan penanganan khusus untuk kasus-kasus TB pada anak.
Spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Wahyuni Indawati, Sp.A mengatakan, penanganan TB pada anak berbeda dengan orang dewasa, khususnya pada identifikasi gejala, pemeriksaan, dan diagnosis.
Identifikasi gejala perlu dibedakan karena gejala TB pada anak tidak sama dengan orang dewasa. "Gejala TB pada anak tidak khas dan dapat disebabkan oleh penyakit lain," ujar Wahyuni dalam Seminar Media bertajuk "Tuberkulosis pada Anak dan Nilai dari Vaksinasi" yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.
Namun orangtua perlu mencurigai anak terinfeksi bakteri TB apabila anak demam lama lebih dari dua minggu, batuk lebih dari tiga minggu, anak lesu dan tidak seaktif biasanya, napsu makan turun, berat badan tidak naik selama dua bulan, terjadi kontak dengan pasien TB paru dewasa, dan teraba benjolan di leher.
Wahyuni memaparkan, saat anak terinfeksi bakteri TB, belum tentu ia akan langsung mengalami penyakit TB. Bila daya tahan tubuh anak kuat, bakteri TB akan "tidak aktif" untuk berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Saat daya tahan tubuh anak melemah, barulah penyakit TB menimbulkan gejala.
Setelah mengetahui gejala, lanjut Wahyuni, orangtua perlu melakukan pemeriksaan TB pada anak. Untuk meningkatkan diagnosis, pemeriksaan TB anak pun berbeda dengan dewasa. Pada orang dewasa pemeriksaan TB biasanya dengan dahak. Namun pada anak, pemeriksaan dahak biasanya akan menimbulkan hasil false negative. Selain TB anak jarang disertai dengan batuk, bakteri TB dalam dahak anak juga terlalu sedikit.
Pemeriksaan TB anak dilakukan dengan dua cara, yaitu uji tuberkulin dan rontgen dada. Uji tuberkulin merupakan pemeriksaan utama yaitu dengan menyuntikkan protein bakteri TB di bawah kulit untuk menilai adanya respon tubuh terhadap bakteri. "Jika positif maka artinya tubuh pernah terpapar bakteri TB sebelumnya sehingga menimbulkan reaksi," jelas Wahyuni.
Sedangkan rontgen dada dilakukan untuk menilai adanya kelainan pada paru. Pemeriksaan rontgen dada dapat membantu diagnosa tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya alat diagnosa. Bila hasil pemeriksaan dianggap kurang lengkap, pemeriksaan dahak juga dapat dilakukan.
Spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Wahyuni Indawati, Sp.A mengatakan, penanganan TB pada anak berbeda dengan orang dewasa, khususnya pada identifikasi gejala, pemeriksaan, dan diagnosis.
Identifikasi gejala perlu dibedakan karena gejala TB pada anak tidak sama dengan orang dewasa. "Gejala TB pada anak tidak khas dan dapat disebabkan oleh penyakit lain," ujar Wahyuni dalam Seminar Media bertajuk "Tuberkulosis pada Anak dan Nilai dari Vaksinasi" yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.
Namun orangtua perlu mencurigai anak terinfeksi bakteri TB apabila anak demam lama lebih dari dua minggu, batuk lebih dari tiga minggu, anak lesu dan tidak seaktif biasanya, napsu makan turun, berat badan tidak naik selama dua bulan, terjadi kontak dengan pasien TB paru dewasa, dan teraba benjolan di leher.
Wahyuni memaparkan, saat anak terinfeksi bakteri TB, belum tentu ia akan langsung mengalami penyakit TB. Bila daya tahan tubuh anak kuat, bakteri TB akan "tidak aktif" untuk berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Saat daya tahan tubuh anak melemah, barulah penyakit TB menimbulkan gejala.
Setelah mengetahui gejala, lanjut Wahyuni, orangtua perlu melakukan pemeriksaan TB pada anak. Untuk meningkatkan diagnosis, pemeriksaan TB anak pun berbeda dengan dewasa. Pada orang dewasa pemeriksaan TB biasanya dengan dahak. Namun pada anak, pemeriksaan dahak biasanya akan menimbulkan hasil false negative. Selain TB anak jarang disertai dengan batuk, bakteri TB dalam dahak anak juga terlalu sedikit.
Pemeriksaan TB anak dilakukan dengan dua cara, yaitu uji tuberkulin dan rontgen dada. Uji tuberkulin merupakan pemeriksaan utama yaitu dengan menyuntikkan protein bakteri TB di bawah kulit untuk menilai adanya respon tubuh terhadap bakteri. "Jika positif maka artinya tubuh pernah terpapar bakteri TB sebelumnya sehingga menimbulkan reaksi," jelas Wahyuni.
Sedangkan rontgen dada dilakukan untuk menilai adanya kelainan pada paru. Pemeriksaan rontgen dada dapat membantu diagnosa tetapi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya alat diagnosa. Bila hasil pemeriksaan dianggap kurang lengkap, pemeriksaan dahak juga dapat dilakukan.
Kanker adalah penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang. Namun
kanker masih bisa ditangani bila didiagnosa sejak awal. Untuk itu, ada
beberapa gejala kanker yang perlu diwaspadai dan tidak boleh diabaikan.
Gejala-gejala awal kanker sering diabaikan oleh pasien karena dianggap bisa hilang dengan sendirinya. Padahal semakin dini kanker dideteksi, maka semakin besar harapan hidup pasien.
Setidaknya adal 11 gejala kanker yang tidak boleh diabaikan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (11/6/2011):
1. Berat badan turun secara tak terduga
Banyak wanita akan senang menurunkan berat badan tanpa harus olahraga atau diet ketat, tetapi ini mungkin berubah menjadi gejala kanker kecuali tidak disebabkan oleh kelenjar tiroid hiperaktif. Oleh karena itu, penurunan berat badan yang tak terduga dan tidak disengaja tidak boleh diabaikan.
2. Kembung
Kembung begitu umum dirasakan oleh banyak orang, tapi kalau kembung dirasakan terus-menerus untuk jangka waktu yang lebih lama, maka itu adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Waspadai gejala lain seperti nyeri panggul, masalah kencing, inkontinensia (ketidakmampuan mengontrol BAB) dan perasaan kenyang bahkan tanpa makan banyak. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan gejala kanker ovarium.
3. Perubahan pada payudara
Untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara, banyak wanita sekarang telah mengembangkan kebiasaan pemeriksaan diri. Mereka biasanya mencari benjolan, tapi ini bukan satu-satunya gejala. Wanita juga harus berhati-hati kemerahan dan penebalan kulit payudara. Ruam selama beberapa minggu akan memerlukan perhatian medis.
4. Perdarahan yang tidak biasa
Jika Anda mengalami perdarahan yang tidak biasa di antara periode menstruasi, maka itu tidak boleh diabaikan. Sayangnya, banyak wanita premenopause cenderung mengabaikan ini. Hal ini dapat merupakan gejala kanker rahim, endometrium atau kolorektal. Jika darah muncul dalam air seni atau kotoran maka bisa lebih dari sekedar wasir. Hal ini dapat menandakan kanker usus besar, kandung kemih atau ginjal.
5. Perubahan kulit
Hati-hati pada perubahan kulit seperti pigmentasi berlebih, perdarahan atau pembentukan tahi lalat baru. Ini bisa menjadi gejala kanker kulit.
6. Kesulitan menelan
Kesulitan dalam menelan makanan atau tidak nyaman setelah menelan makanan, jika terus terjadi selama beberapa hari, maka harus mendapat perhatian dokter. Ini mungkin menunjukkan kanker kerongkongan.
7. Perubahan di dalam mulut
Jika Anda seorang perokok atau mengonsumsi segala bentuk tembakau, maka Anda akan perlu memeriksa setiap bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut. Hal ini dapat menjadi tanda kanker mulut atau leukoplakia.
8. Sakit terus-menerus
The American Cancer Society menyatakan bahwa setiap rasa sakit terus-menerus atau sakit di dalam tubuh harus diperiksa sebagai gejala kanker, meskipun semua rasa sakit tidak selalu menunjukkan perkembangan kanker.
9. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika terjadi pembesaran kelenjar getah bening di leher atau di ketiak dan berlangsung selama lebih dari satu bulan, maka perlu mendapat perhatian medis.
10. Demam dan batuk terus-menerus
Bila demam dan batuk terjadi secara terus-menerus namun tidak disebabkan karena influenza atau infeksi lainnya, maka itu bisa menjadi gejala leukemia atau limfoma. Batuk dapat menyertai flu dan pilek atau demam, tetapi jika batuk tetap berlangsung selama lebih dari 3 minggu, maka tidak boleh diabaikan.
11. Perubahan testis
Kanker testis banyak terjadi pada pria yang pada kelompok usia 20 hingga 39 tahun. Pemeriksaan diri pada testis secara teratur perlu dilakukan dan setiap perubahan dalam penampilan tidak boleh diabaikan.
Gejala-gejala awal kanker sering diabaikan oleh pasien karena dianggap bisa hilang dengan sendirinya. Padahal semakin dini kanker dideteksi, maka semakin besar harapan hidup pasien.
Setidaknya adal 11 gejala kanker yang tidak boleh diabaikan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (11/6/2011):
1. Berat badan turun secara tak terduga
Banyak wanita akan senang menurunkan berat badan tanpa harus olahraga atau diet ketat, tetapi ini mungkin berubah menjadi gejala kanker kecuali tidak disebabkan oleh kelenjar tiroid hiperaktif. Oleh karena itu, penurunan berat badan yang tak terduga dan tidak disengaja tidak boleh diabaikan.
2. Kembung
Kembung begitu umum dirasakan oleh banyak orang, tapi kalau kembung dirasakan terus-menerus untuk jangka waktu yang lebih lama, maka itu adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Waspadai gejala lain seperti nyeri panggul, masalah kencing, inkontinensia (ketidakmampuan mengontrol BAB) dan perasaan kenyang bahkan tanpa makan banyak. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan gejala kanker ovarium.
3. Perubahan pada payudara
Untuk meningkatkan kesadaran kanker payudara, banyak wanita sekarang telah mengembangkan kebiasaan pemeriksaan diri. Mereka biasanya mencari benjolan, tapi ini bukan satu-satunya gejala. Wanita juga harus berhati-hati kemerahan dan penebalan kulit payudara. Ruam selama beberapa minggu akan memerlukan perhatian medis.
4. Perdarahan yang tidak biasa
Jika Anda mengalami perdarahan yang tidak biasa di antara periode menstruasi, maka itu tidak boleh diabaikan. Sayangnya, banyak wanita premenopause cenderung mengabaikan ini. Hal ini dapat merupakan gejala kanker rahim, endometrium atau kolorektal. Jika darah muncul dalam air seni atau kotoran maka bisa lebih dari sekedar wasir. Hal ini dapat menandakan kanker usus besar, kandung kemih atau ginjal.
5. Perubahan kulit
Hati-hati pada perubahan kulit seperti pigmentasi berlebih, perdarahan atau pembentukan tahi lalat baru. Ini bisa menjadi gejala kanker kulit.
6. Kesulitan menelan
Kesulitan dalam menelan makanan atau tidak nyaman setelah menelan makanan, jika terus terjadi selama beberapa hari, maka harus mendapat perhatian dokter. Ini mungkin menunjukkan kanker kerongkongan.
7. Perubahan di dalam mulut
Jika Anda seorang perokok atau mengonsumsi segala bentuk tembakau, maka Anda akan perlu memeriksa setiap bercak putih di lidah dan bagian dalam mulut. Hal ini dapat menjadi tanda kanker mulut atau leukoplakia.
8. Sakit terus-menerus
The American Cancer Society menyatakan bahwa setiap rasa sakit terus-menerus atau sakit di dalam tubuh harus diperiksa sebagai gejala kanker, meskipun semua rasa sakit tidak selalu menunjukkan perkembangan kanker.
9. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika terjadi pembesaran kelenjar getah bening di leher atau di ketiak dan berlangsung selama lebih dari satu bulan, maka perlu mendapat perhatian medis.
10. Demam dan batuk terus-menerus
Bila demam dan batuk terjadi secara terus-menerus namun tidak disebabkan karena influenza atau infeksi lainnya, maka itu bisa menjadi gejala leukemia atau limfoma. Batuk dapat menyertai flu dan pilek atau demam, tetapi jika batuk tetap berlangsung selama lebih dari 3 minggu, maka tidak boleh diabaikan.
11. Perubahan testis
Kanker testis banyak terjadi pada pria yang pada kelompok usia 20 hingga 39 tahun. Pemeriksaan diri pada testis secara teratur perlu dilakukan dan setiap perubahan dalam penampilan tidak boleh diabaikan.
Beberapa senyawa diketahui bisa menyebabkan kanker (karsinogenik). Dan
kini ada 8 senyawa baru yang dimasukkan ke dalam kategori karsinogenik
yang patut diwaspadai.
Departemen Kesehatan dan Pelayanan AS melaporkan 8 senyawa karsinogen baru yaitu formaldehid, asam aristolochic, 0-nitrotoluen, captafol, cobalt-tungsten carbide (baik dalam bentuk bubuk atau logam keras), riddelliine, serat gelas tertentu dan stirena. Sehingga saat ini ada sekitar 240 daftar senyawa karsinogen yang terdaftar.
"Mengurangi paparan agen penyebab kanker adalah sesuatu yang diinginkan semua orang, dan laporan ini memberikan informasi penting mengenai zat yang bisa menimbulkan risiko kanker," ujar linda Birnbaum, PhD, direktur NIEHS (National Institute of Environmental Health Sciences) dan NTP (National Toxicology Program).
Delapan senyawa yang digolongkan karsinogen tersebut adalah:
1. Aristolochic acid
Orang dengan penyakit ginjal yang mengonsumsi produk nabati dengan aristolochic acid ditemukan memiliki risiko lebih tinggi terkena aknker kandung kemih dan saluran kemih atas. Asam ini ditemukan pada beberapa produk herbal seperti untuk obat peradangan, asam urat dan arthritis.
2. Formaldehid
Saat ini ada bukti kuat dari studi pada manusia yang menunjukkan orang dengan paparan tinggi formaldehid memiliki risiko lebih besar terkena kanker nasofaring, sinonasal dan leukemia myeloid. Senyawa ini tidak berwarna, mudah terbakar dan dipergunakan dalam produksi serat sintetis, tekstil, coating product, pengawet, produk untuk meluruskan rambut.
3. Captafol
Senyawa ini digunakan dalam fungisida untuk melindungi buah, sayuran, tanaman hias dan rumput dari jamur. Di AS sudah melarang penggunaan senyawa ini sejak tahun 1999, dan percobaan pada hewan tikus menunjukkan paparan senyawa ini bisa menyebabkan tumor.
4. Cobalt-tungsten carbide
Senyawa ini digunakan untuk memotong atau menggiling alat dan beberapa produk dalam industri. Logam keras ini sering disebut sebagai disemen (cemented).
5. Serat wol kaca
Beberapa wol kaca dan serat buatan telah teridentifikasi bisa masuk ke saluran pernapasan, sangat bertahan lama dan tinggal di paru-paru dalam waktu yang lama (biopersisten).
6. O-nitrotoluen
Studi laboratorium pada tikus menunjukkan pembentukan tumor akibat zat ini. Zat ini digunaakn sebagai pewarna untuk kertas, kulit, sutra, wol dan kapas serta untuk bahankimia pertanian, pestisida, petrokimia, bahan kimia karet, bahan peldak dan obat-obatan. Zat ini juga bisa ditemukan dalam air dekat fasilitas amunisi dan fasilitas pelatihan militer.
7. Riddelliine
Zat ini ditemukan pada tanaman genus Senecio yang banyak tumbuh di daerah berpasir di AS, studi laboratorium menemukan risiko lebih tinggi mengalami kanker hati dan leukemia pada tikus dan kanker paru pada mencit. Paparan pada manusia bisa terjadi jika mengonsumsi teh, madu, obat herbal atau makanan dari hewan yang diberi tanaman terkontaminasi.
8. Stirena
Bahan kimia sintetik ini digunakan secara global dalam pembuatan plastik, isolasi, iberglass, pipa, wadah makanan, alas karpet dan bagian mobil. Paparan manusia bisa terjadi dengan menghirup stirena dari asap rokok, bahan bangunan dan produk lainnya. Pada studi terbatas menunjukkan risiko lebih tinggi terkena kanker lymphohematopoietic dan kerusakan genetik dalam limfosit.
Senyawa yang termasuk dalam daftar karsinogen tidak dengan sendirinya bisa menyebabkan kanker, tapi ada banyak faktor yang menyebabkan kanker termasuk berapa lama ia terpapar dan kerentanan seseorang terhadap suatu zat tertentu.
Departemen Kesehatan dan Pelayanan AS melaporkan 8 senyawa karsinogen baru yaitu formaldehid, asam aristolochic, 0-nitrotoluen, captafol, cobalt-tungsten carbide (baik dalam bentuk bubuk atau logam keras), riddelliine, serat gelas tertentu dan stirena. Sehingga saat ini ada sekitar 240 daftar senyawa karsinogen yang terdaftar.
"Mengurangi paparan agen penyebab kanker adalah sesuatu yang diinginkan semua orang, dan laporan ini memberikan informasi penting mengenai zat yang bisa menimbulkan risiko kanker," ujar linda Birnbaum, PhD, direktur NIEHS (National Institute of Environmental Health Sciences) dan NTP (National Toxicology Program).
Delapan senyawa yang digolongkan karsinogen tersebut adalah:
1. Aristolochic acid
Orang dengan penyakit ginjal yang mengonsumsi produk nabati dengan aristolochic acid ditemukan memiliki risiko lebih tinggi terkena aknker kandung kemih dan saluran kemih atas. Asam ini ditemukan pada beberapa produk herbal seperti untuk obat peradangan, asam urat dan arthritis.
2. Formaldehid
Saat ini ada bukti kuat dari studi pada manusia yang menunjukkan orang dengan paparan tinggi formaldehid memiliki risiko lebih besar terkena kanker nasofaring, sinonasal dan leukemia myeloid. Senyawa ini tidak berwarna, mudah terbakar dan dipergunakan dalam produksi serat sintetis, tekstil, coating product, pengawet, produk untuk meluruskan rambut.
3. Captafol
Senyawa ini digunakan dalam fungisida untuk melindungi buah, sayuran, tanaman hias dan rumput dari jamur. Di AS sudah melarang penggunaan senyawa ini sejak tahun 1999, dan percobaan pada hewan tikus menunjukkan paparan senyawa ini bisa menyebabkan tumor.
4. Cobalt-tungsten carbide
Senyawa ini digunakan untuk memotong atau menggiling alat dan beberapa produk dalam industri. Logam keras ini sering disebut sebagai disemen (cemented).
5. Serat wol kaca
Beberapa wol kaca dan serat buatan telah teridentifikasi bisa masuk ke saluran pernapasan, sangat bertahan lama dan tinggal di paru-paru dalam waktu yang lama (biopersisten).
6. O-nitrotoluen
Studi laboratorium pada tikus menunjukkan pembentukan tumor akibat zat ini. Zat ini digunaakn sebagai pewarna untuk kertas, kulit, sutra, wol dan kapas serta untuk bahankimia pertanian, pestisida, petrokimia, bahan kimia karet, bahan peldak dan obat-obatan. Zat ini juga bisa ditemukan dalam air dekat fasilitas amunisi dan fasilitas pelatihan militer.
7. Riddelliine
Zat ini ditemukan pada tanaman genus Senecio yang banyak tumbuh di daerah berpasir di AS, studi laboratorium menemukan risiko lebih tinggi mengalami kanker hati dan leukemia pada tikus dan kanker paru pada mencit. Paparan pada manusia bisa terjadi jika mengonsumsi teh, madu, obat herbal atau makanan dari hewan yang diberi tanaman terkontaminasi.
8. Stirena
Bahan kimia sintetik ini digunakan secara global dalam pembuatan plastik, isolasi, iberglass, pipa, wadah makanan, alas karpet dan bagian mobil. Paparan manusia bisa terjadi dengan menghirup stirena dari asap rokok, bahan bangunan dan produk lainnya. Pada studi terbatas menunjukkan risiko lebih tinggi terkena kanker lymphohematopoietic dan kerusakan genetik dalam limfosit.
Senyawa yang termasuk dalam daftar karsinogen tidak dengan sendirinya bisa menyebabkan kanker, tapi ada banyak faktor yang menyebabkan kanker termasuk berapa lama ia terpapar dan kerentanan seseorang terhadap suatu zat tertentu.
Garam merupakan bumbu yang selalu digunakan dalam masakan sehari-hari. Tapi sebaiknya perhatikan jumlah asupan garam yang dikonsumsi, karena jika berlebihan bisa memicu beberapa penyakit.
Garam adalah mineral yang terdiri dari 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Mineral tersebut memang penting untuk semua makhluk hidup, tapi tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.
Kelebihan garam dalam tubuh bisa menyebabkan efek yang serius pada kesehatan, termasuk rasa haus, anemia, rasa lapar palsu dan beberapa penyakit utama .
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Asupan garam yang tinggi diketahui bisa meningkatkan tekanan darah. Studi tahun 2007 menemukan pasien dengan tekanan darah tinggi akan mendapatkan manfaat yang signifikan dengan mengurangi asupan garam.
2. Penyakit kardiovaskular
Tekanan darah yang tinggi bisa mengakibatkan seseorang terkena penyakit serius yang berhubungan dengan kardiovaskular seperti jantung dan kelumpuhan stroke. Diketahui mengurangi asupan 1 gram garam bisa mengurangi risiko stroke hingga seperenamnya.
3. Pembesaran jantung
Catatan medis menemukan asupan garam yang tinggi bisa membuat seseorang berisiko menderita left ventricular hypertrophy (pembesaran dari jaringan otot yang membentuk dinding utama jantung untuk memompa).
4. Retensi cairan
Jumlah natrium dalam tubuh menentukan tingkat cairan. Jika konsumsi garamnya terlalu banyak maka ginjal akan sulit menghilangkannya dan membuat tubuh mempertahankan cairan yang bisa memicu pembengkakan.
5. Gangguan sistem pencernaan
Garam berlebih yang masuk ke tubuh bisa berinteraksi dengan bakteri H.pylori yang menyebabkan tukak lambung, serta garam berlebih bisa mengurangi jumlah pepsin (enzim pencernaan) di dalam tubuh yang akan meningkatkan keasaman dan diare.
6. Meningkatkan sekresi empedu
Ketika seseorang banyak mengonsumsi makanan asin maka sekresi empedu akan meningkat yang menyebabkan kepadatan darah semakin tinggi sehingga mengurangi vitalitas. Hal ini juga mengakibatkan masalah kulit seperti wajah dan bibir kering serta kadang menyebabkan sakit dan pendarahan di bibir.
7. Osteoporosis
Kelebihan garam bisa mencegah penyerapan kalsium dalam tubuh yang membuat seseorang rentan terkena osteoporosis.
Garam adalah mineral yang terdiri dari 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Mineral tersebut memang penting untuk semua makhluk hidup, tapi tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.
Kelebihan garam dalam tubuh bisa menyebabkan efek yang serius pada kesehatan, termasuk rasa haus, anemia, rasa lapar palsu dan beberapa penyakit utama .
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Asupan garam yang tinggi diketahui bisa meningkatkan tekanan darah. Studi tahun 2007 menemukan pasien dengan tekanan darah tinggi akan mendapatkan manfaat yang signifikan dengan mengurangi asupan garam.
2. Penyakit kardiovaskular
Tekanan darah yang tinggi bisa mengakibatkan seseorang terkena penyakit serius yang berhubungan dengan kardiovaskular seperti jantung dan kelumpuhan stroke. Diketahui mengurangi asupan 1 gram garam bisa mengurangi risiko stroke hingga seperenamnya.
3. Pembesaran jantung
Catatan medis menemukan asupan garam yang tinggi bisa membuat seseorang berisiko menderita left ventricular hypertrophy (pembesaran dari jaringan otot yang membentuk dinding utama jantung untuk memompa).
4. Retensi cairan
Jumlah natrium dalam tubuh menentukan tingkat cairan. Jika konsumsi garamnya terlalu banyak maka ginjal akan sulit menghilangkannya dan membuat tubuh mempertahankan cairan yang bisa memicu pembengkakan.
5. Gangguan sistem pencernaan
Garam berlebih yang masuk ke tubuh bisa berinteraksi dengan bakteri H.pylori yang menyebabkan tukak lambung, serta garam berlebih bisa mengurangi jumlah pepsin (enzim pencernaan) di dalam tubuh yang akan meningkatkan keasaman dan diare.
6. Meningkatkan sekresi empedu
Ketika seseorang banyak mengonsumsi makanan asin maka sekresi empedu akan meningkat yang menyebabkan kepadatan darah semakin tinggi sehingga mengurangi vitalitas. Hal ini juga mengakibatkan masalah kulit seperti wajah dan bibir kering serta kadang menyebabkan sakit dan pendarahan di bibir.
7. Osteoporosis
Kelebihan garam bisa mencegah penyerapan kalsium dalam tubuh yang membuat seseorang rentan terkena osteoporosis.
Mengapa saya membahas tentang ginjal rusak? Sebab Indonesia termasuk
negara dengan tingkat penderita gagal ginjal yang cukup tinggi.
PERNEFRI (Persatuan Nefrologi Indonesia) memiliki data bahwa
diperkirakan ada 70 ribu penderita gagal ginjal di Indonesia, namun yang
terdeteksi dan menjalani hemodialisis (cuci darah) hanya sekitar
4.000—5.000 penderita saja. Banyak pula yang telah menjalani terapi
hemodialisis meninggal dunia karena mahalnya biaya yang dikeluarkan.
Anda bisa bayangkan harga sekali hemodialisis sekitar Rp 800.000 (harus
dilakukan seminggu 3×), belum lagi diharuskan injeksi hormon erythropoietin
(hormon yang berfungsi menstimulasi pembentukan eritrosit) seharga ± Rp
400.000. Jadi, harga sebulan terapi mencapai puluhan juta rupiah.
Brrrrmm, oleh sebab itu lebih baik kita mencegah daripada mengobatinya.
Mau tahu beberapa penyebab kerusakan ginjal, simak artikel berikut
ini.
Beberapa penyebab ginjal rusak adalah:
1. Kebiasaan Makan Asupan Garam yang Tinggi
Asupan
garam yang tinggi dapat menyebabkan hipertensi, yang merupakan salah
satu penyebab gagal ginjal. Selain itu, menurut penelitian Jones-Burton
dkk., tingginya asupan garam juga dapat memperburuk albuminuria
(keluarnya albumin dari ginjal dalam urin). Sebagai catatan bahwa
mikroalbuminuria adalah pertanda bahwa fungsi ginjal mulai memburuk,
jadi waspadalah.
2. Penggunaan Obat Diet
Penggunaan
obat-obatan diet dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Tiga bulan
penggunaan obat diet dapat mengganggu fungsi ginjal.
3. Suplemen Vitamin dan Jamu
Mereka
yang gemar minum minuman suplemen berenergi harus mengimbanginya
dengan gemar berolahraga dan makan makanan bergizi. Meski demikian,
pengkonsumsi minuman berenergi juga tetap harus waspada sebab mengandung
kandungan berbahaya bagi ginjal, seperti zat pengawet, pewarna,
perasa, dan pemanis.
Mereka yang sering mengkonsumsi jamu juga harus waspada terhadap gagal ginjal. Jamu sesungguhnya 100% mengandung bahan-bahan alami, tetapi dalam perkembangannya, beberapa produsen jamu menambahkan bahan-bahan kimia yang mengganggu ginjal.
4. Minuman Bersoda (Soft Drink)
Penelitian menunjukkan bahwa soft drink
mengandung kadar gula yang tinggi, yang dapat menyebabkan obesitas,
sindrom metabolik, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gagal ginjal.
Memang efeknya tidak langsung namun merupakan efek akumulasi. Kadar
gula tinggi mengakibatkan diabetes dan asam urat (gout) yang keduanya menyebabkan gagal ginjal.
5. Mengkonsumsi Obat Pereda Nyeri
Mengkonsumsi
obat-obatan pereda nyeri yang mengandung ibuprofen berlebih maupun
mengkonsumsi dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan timbulnya
nefritis interstialis (peradangan ginjal), yang mengarah pada gagal
ginjal.
Nah, dalam tulisan tersebut hanya dipaparkan 5 saja penyebab umum kerusakan ginjal. Tulisan saya kutip dari Waspadalah 24 Penyebab Ginjal Rusak, karya dr. Kristiana Fransisca, penerbit Cerdas Sehat. Mau tahu penyebab-penyebab lainnya? Anda dapat membaca sendiri bukunya atau menghubungi saya via email henry_dermawan01@yahoo.com. Akhir kata, semoga artikel tersebut bermanfaat bagi kita semua. Salam Sehat Selalu.
Beberapa penyebab ginjal rusak adalah:
1. Kebiasaan Makan Asupan Garam yang Tinggi
2. Penggunaan Obat Diet
3. Suplemen Vitamin dan Jamu
Mereka yang sering mengkonsumsi jamu juga harus waspada terhadap gagal ginjal. Jamu sesungguhnya 100% mengandung bahan-bahan alami, tetapi dalam perkembangannya, beberapa produsen jamu menambahkan bahan-bahan kimia yang mengganggu ginjal.
4. Minuman Bersoda (Soft Drink)
5. Mengkonsumsi Obat Pereda Nyeri
Nah, dalam tulisan tersebut hanya dipaparkan 5 saja penyebab umum kerusakan ginjal. Tulisan saya kutip dari Waspadalah 24 Penyebab Ginjal Rusak, karya dr. Kristiana Fransisca, penerbit Cerdas Sehat. Mau tahu penyebab-penyebab lainnya? Anda dapat membaca sendiri bukunya atau menghubungi saya via email henry_dermawan01@yahoo.com. Akhir kata, semoga artikel tersebut bermanfaat bagi kita semua. Salam Sehat Selalu.
Istilah angin duduk atau angina mungkin kata yang pernah Anda
dengar. Pengertian angin duduk masih simpang siur. Ada yang menganggap
angin duduk seperti masuk angin tetapi dapat mematikan, ada pula yang
menganggap angin duduk sebagai hal yang berbahaya dan dapat menimbulkan
kematian. Dalam istilah kedokteran sendiri, tidak dikenal istilah
angin duduk. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan angin duduk atau
angina?
Jantung terletak pada bagian dalam dada kiri Anda. Jantung yang kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa nyeri, itulah sebabnya dada kiri Anda terasa nyeri. Rasa nyeri dan dada terasa seperti ditekan dapat berlangsung mulai dari 5 menit sampai 30 menit. Rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke bahu dan lengan kiri Anda. Jadi pada intinya, angin duduk atau angina merupakan penyakit jantung iskemik, yang disebabkan berkurangnya pasokan oksigen maupun aliran darah ke jantung.
Secara garis besar, rasa nyeri akibat kekurangan oksigen dapat terjadi karena dua penyebab. Yang pertama, karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen. Akibat dari penyempitan ini adalah kurangnya oksigen dari yang jumlah yang dibutuhkan. Penyebab kedua adalah adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stres.
Melakukan pemeriksaan darah yang sederhana sering kali
mengindikasikan bahaya yang menanti lama sebelum seseorang mengalami
gejala yang terlihat seperti angina. Maka, penting untuk memeriksakan
tingkat kolesterol darah, kadar gula darah, dan juga tekanan darah
Anda. Menjaga agar hal tersebut dalam batas yang normal menjadi hal
yang penting untuk menghindari angina.
Selain itu, pola hidup tidak sehat menjadi hal yang umum yang menjadi penyebab angina dan taraf yang lebih parah yaitu serangan jantung. Kebiasaan merokok, tidak pernah berolahraga, makanan dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas atau stres dapat menjadi pemicunya.
Angina merupakan indikasi bahwa ada yang tidak beres pada jantung Anda karena jika tidak dilakukan perubahan mungkin dapat menyebabkan serangan jantung yang dapat merenggut nyawa. Segeralah ubah pola hidup untuk menjalankan pola hidup yang sehat. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan jika Anda pernah terkena serangan angina atau angin duduk atau pernah memiliki penyakit jantung sebaiknya pilih olahraga yang jangan terlalu berat.
Angina
Disebut sebagai angin duduk atau angina karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba. Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal. Angin duduk berhubungan dengan jantung. Karena tidak ada dalam istilah kedokteran, maka istilah yang mirip dengan yang dimaksud angin duduk adalah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri.Jantung terletak pada bagian dalam dada kiri Anda. Jantung yang kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa nyeri, itulah sebabnya dada kiri Anda terasa nyeri. Rasa nyeri dan dada terasa seperti ditekan dapat berlangsung mulai dari 5 menit sampai 30 menit. Rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke bahu dan lengan kiri Anda. Jadi pada intinya, angin duduk atau angina merupakan penyakit jantung iskemik, yang disebabkan berkurangnya pasokan oksigen maupun aliran darah ke jantung.
Secara garis besar, rasa nyeri akibat kekurangan oksigen dapat terjadi karena dua penyebab. Yang pertama, karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen. Akibat dari penyempitan ini adalah kurangnya oksigen dari yang jumlah yang dibutuhkan. Penyebab kedua adalah adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stres.
Gejala Angina
Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, merupakan gejala yang paling dapat dirasakan ketika terkena angina. Angina dapat menjadi peringatan bagi setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya. Hal ini mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner. Jika Anda sering mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter untuk memeriksa jantung Anda. Meskipun demikian, setelah angina diberi perawatan, tidak ada jaminan bahwa serangan jantung dapat dicegah. Namun perawatan tersebut akan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung dalam waktu dekat.Menghindari Angina
Perhatikan juga angka sehat tubuh yang cukup penting untuk tubuh Anda, misalnya dengan menjaga:-
Tekanan darah
Tekanan darah dapat menyebabkan serangan angina pectoris karena tekanan darah yang tinggi dapat membuat kebutuhan tubuh terhadap oksigen meningkat. Info selengkapnya tentang tekanan darah tinggi atau hipertensi, dapat Anda temukan di artikel hipertensi.
-
Kadar Gula
Tingkat kadar gula yang tinggi akan menghambat proses masuknya oksigen ke jantung. Info selengkapnya tentang gula darah dan diabetes, dapat Anda temukan di artikel: Diabetes.
-
Kolesterol
Tingkat kolesterol harus dipantau karena penyumbat yang umum ditemukan pada pembuluh darah adalah lemak atau plak kolesterol. Info selengkapnya tentang kolesterol, dapat Anda temukan di artikel: Kolesterol.
Mengatasi Angina
Seseorang yang merasakan rasa nyeri pada dada, sebaiknya segera memperbaiki pola hidup dan memeriksakan ke dokter. Jika kondisinya dibiarkan tanpa perawatan, kemungkinan besar hal itu akan memicu serangan jantung yang sangat fatal.Selain itu, pola hidup tidak sehat menjadi hal yang umum yang menjadi penyebab angina dan taraf yang lebih parah yaitu serangan jantung. Kebiasaan merokok, tidak pernah berolahraga, makanan dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas atau stres dapat menjadi pemicunya.
Angina merupakan indikasi bahwa ada yang tidak beres pada jantung Anda karena jika tidak dilakukan perubahan mungkin dapat menyebabkan serangan jantung yang dapat merenggut nyawa. Segeralah ubah pola hidup untuk menjalankan pola hidup yang sehat. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan jika Anda pernah terkena serangan angina atau angin duduk atau pernah memiliki penyakit jantung sebaiknya pilih olahraga yang jangan terlalu berat.
Langganan:
Komentar (Atom)